Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

operasi-kopassus

COBROTAN.COM - Pasukan Korps Baret Merah TNI Angkatan Darat kerap menuai keberhasilan dalam sejumlah penugasan baik di dalam maupun di luar negeri. Nama satuan elite TNI AD ini mulai bersinar ketika bernama RPKAD, saat penumpasan G30 S PKI dipimpin Kol Inf Sarwo E Wibowo. Walau namanya kemudian berubah menjadi Puspassus AD, Kopasandha hingga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) namun prestasi terus ditorehkan anggota pasukan elite TNI AD ini. 
Dalam penugasan di Irian Barat atau Papua jejak kekeberhasilan pasukan ini pun kerap tertutupi dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia sehingga mayoritas dari kegiatan dari satuan Kopassus tidak pernah diketahui secara menyeluruh. 
Karena anggota Kopassus kerap di Bawah Kendali Operasi (BKO) kan ke dalam Kodam setempat sehingga keberhasilannya pun hanya kerap tersiar dari mulut ke mulut sesama anggota pasukan di lapangan. 
Salah satunya saat operasi pembebasan Bandara Kobagma saat masih berada di Kabupaten Jayawijaya (saat ini masuk dalam Kabupaten Membramo Tengah). 
Dimana sejumlah personel Kopassus berhasil melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menguasai bandara tersebut. Operasi dilakukan tertutup dan senyap dalam tempo singkat bandara perintis yang dikuasai OPM tersebut dapat berhasil dikuasai pasukan korps baret merah TNI AD ini dan dapat dioperasikan kembali.


Hal ini pun dibenarkan Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic. "Ya informasi tersebut memang benar terjadi beberapa tahun lalu. Tapi karena operasinya sipatnya tertutup jadi tidak terekpose ke luar," kata perwira menengah yang juga menyandang bravet Komando ini, kepada SINDOnews, beberapa waktu lalu.  
Namun salah satu prestasi yang begitu diingat dan terekpose hingga dunia internasional adalah saat pembebasan sandera Ekpedisi Lorenz 95 yang dipimpin Danjen Kopassus Brigjen TNI Prabowo Subianto kala itu. 
Dimana pada 9 Mei 1996 satuan elite Kopassus menyerbu markas OPM di Desa Geselama, Mimika dengan menggunakan sejumlah helikopter Penerbad (Mobud-mobile udara). Operasi ini mengakhiri drama penyanderaan selama 130 hari. 
Dalam penyerbuan ini, sembilan sandera berhasil dibebaskan pasukan Kopassus dan Satgas Rajawali BKO Kodam VIII/Trikora saat itu. Namun dua dari 11 sandera ditemukan tewas yaitu Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W Th Panekenan, seorang peneliti biologi.  
 Kemudian prestasi kembali ditorehkan oleh 13 personel Kopassus dimana pada Jumat 17 November 2017 mereka berhasil memandu sejumlah Pasukan Raider dan Tontaipur Kostrad sehingga berhasil membebaskan ratusan warga Kimbeli dan Banti, Tembagapura, Papua. 


Kol Inf M Aidi Nubic menerangkan, sebanyak 13 anggota Kopassus yang diterjunkan dalam operasi pembebasan sandera tersebut merupakan pasukan di Bawah Kendali Operasi (BKO) Kodam XVII/Cenderawasih yang telah 7 bulan berada di Provinsi Papua. Ke-13 anggota Kopassus tersebut diambil dari Grup 1 Serang, Grup 2 Kartosuro dan dari Satuan Penanggulangan Anti Teror/Gultor 81 dipimpin Lettu Inf Sukma. 
Aidi mengisahkan proses pembebasan warga itu dimana pasukan pemukul Kodam Cenderawasih dari Satuan Raider dan Tontaipur Kostrad yang dipandu tim Kopassus sudah bergerak ke lokasi sasaran sejak lima hari sebelumnya. 
"Mereka bergerak dengan senyap, sangat rahasia pada malam hari. Lalu pada siang hari mereka mengendap. Sambil mengamati situasi hingga mereka telah mencapai sasaran pada Kamis 16 November 2017. Bahkan saat itu anggota yang tidak makan satu hari ini sudah meminta izin kepada Pangdam selaku pimpinan operasi untuk segera mengambil tindakan karena jarak mereka hanya sekitar 30-50 meter," kata Kol Inf Aidi. 
 Namun Pangdam Cenderawasih memberikan petunjuk bahwa kelompok kriminal bersenjata masih membaur dengan masyarakat sipil. Sehingga tidak boleh diambil tindakan karena operasi lebih mengutamakan keselamatan warga sipil yang tersandera.
Lalu pada Jumat pagi 17 November 2017 sekitar pukul 04.17 WIT disaat masih gelap pasukan melakukan penyerbuan di kedua kampung tersebut. 
"Kurang dari 2 jam atau sekitar 78 menit seluruh medan di kamp yang sebelumnya dikuasai kelompok kriminal bersenjata berhasil diduduki Kopassus, Raider dan Tontaipur. Lalu para kelompok separatis tersebut berhamburan melarikan diri ke hutan dan gunung," ungkap Kapendam.
Atas keberhasilan tersebut sejumlah anggota Kopassus beserta prajurit Raider dan Tontaipur Kostrad mendapat kenaikan pangkat luar biasa di Mimika, Papua, Minggu 18 November 2017. 
Penganugrahan pangkat ini, langsung diberikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang memimpin langsung upacara tersebut.SUMBER 

Wow, Ini Jejak Keberhasilan Operasi Baret Merah di Tanah Papua

SISWA-BERKELAHI


COBROTAN.COM - Baru-baru ini netizen dihebokan tersiarnya video rekaman di media sosial tentang murid SD Sudirman, Makassar, Sulawesi, sedang berkelahi dengan murid SD Gaddong. Lucunya, ada dugaan penyebab tawuran itu dikarenakan cinta segitiga.

Kepala Sekolah SD Sudirman III, Muchtar membenarkan bahwa murid-murid SD Sudirman terlibat tawuran dengan SD Gaddong. Dalam tawuran itu, empat murid SD Gaddong mendatangi kawasan SD Sudirman pada jam sekolah.
Muchtar menjelaskan, salah satu murid pria SD Gaddong menaruh hati kepada seorang murid perempuan SD Sudirman yang juga bertetangga rumah. Murid SD Gaddong pun mengajak teman-temannya untuk melihat murid pria di SD Sudirman yang juga jatuh hati pada pujaan hatinya.

"Jadi kemarin siang itu murid SD Gaddong datang pas jam sekolah. Namanya anak-anak, murid SD Gaddong yang ditolak cintanya itu diejek oleh murid-murid SD Sudirman yang bertepatan pulang sekolah. Murid SD Gaddong itu diteriak-teriaki, kasihan cintanya ditolak. Nah, di situlah mereka saling kejar-kejaran," kata Muchtar.

Atas kejadian itu, aparat kepolisian pun mendatangi kawasan SD Sudirman dan memberikan nasihat kepada murid-murid SD Sudirman 1, SD Sudirman 2, SD Sudirman 3, dan SD Sudirman 4.

"Kapolrestabes dan jajarannya datang tadi pagi ke sekolah. Jadi polisi sudah datang ke sekolah dan menasihati murid-murid kami agar tidak lagi mengulangi tawuran. Sebenarnya bukan tawuran karena mereka hanya saling kejar-kejaran. Kalau bawa balok kayu, itu murid-murid ambil di depan sekolah yang kebetulan lagi ada pengerjaan gedung. Jadi bukan dipersiapkan," tutur Muchtar.

Puluhan murid SD itu terlibat tawuran di depan SD Sudirman, Makassar. Tawuran murid SD ini sempat terekam oleh pengguna jalan dan diunggah di media sosial (medsos) Instagram.

Dalam video itu, mereka mengenakan seragam sekolah sambil membawa balok kayu. Murid SD Sudirman ini keluar dari lingkungan sekolahnya dan berada di depan sekolah, tepatnya di trotoar.

Video berjudul "Terjadi Tawuran yang Dilakukan oleh Anak SD" ini diunggah oleh akun Sosmed Makassar, Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 16.00 wita. Baru enam jam setelah diunggah, video ini langsung viral dan ditonton 9.000 kali, serta mendapat komentar dari 33 netizen (warganet).kompas.com


Menyedihkan, Demi Cinta Monyet Siswa SD di Makassar Berkelahi

hiv-aids


COBROTAN.COM -  Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Boyolali hingga saat ini mencapai 423 orang. Di tahun 2017 ini, ada 3 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang meninggal dunia.

Data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Boyolali yang berjumlah 423 orang tersebut merupakan kasus dari tahun 2005 hingga 2017 ini. Sebanyak 83 ODHA diantaranya meninggal dunia. 

Jumlah penderita terbanyak di Kecamatan Boyolali Kota yakni 29 pasien. Kedua Kecamatan Ampel sebanyak 25 orang, disusul Kecamatan Mojosongo dan Banyudono masing–masing ada 19 orang. Sedangkan penderita terendah berada di Kecamatan Selo yakni ada 2 orang. Sementara dari sisi jenis kelamin, laki-laki sebanyak 61 persen dan kaum perempuan 39 persen. 

Dijelaskan Titiek, ODHA ini kondisi kesehatannya semakin melemah. Untuk itu, agar ODHA dapat tertangani dengan baik, dibutuhkan upaya dari KPA dan ODHA itu sendiri.

"Maka kami selalu mengimbau kepada masyarakat yang menderita HIV/AIDS, silahkan lapor agar dapat tertangani dengan baik," ujar Sekretaris KPA Boyolali, Titiek Sumartini, seperti dikuti news.detik.com.


Sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di Boyolali, lanjut dia, sudah memiliki fasilitas kesehatan yang siap menangani ODHA. Antara lain RSUD Pandan Arang, RSUD Simo, RSUD Andong, Puskesmas I Boyolali, Puskesmas Banyudono I dan Puskesmas Ngemplak. 
aids-hiv

"Kekebalan tubuh ODHA itu dapat terus terjaga dengan pemeriksaan secara rutin. Karena obat untuk penyakit ini belum ada, jadi yang dilakukan hanya untuk menjaga kekebalan tubuh saja," kata Titiek.

Pihaknya pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah memberikan stigma negatif dan diskriminasi kepada ODHA. 

Kasi Pencegahan Pengendali Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Iwan Wahyu Utomo, mengatakan melakukan jemput bola dengan memeriksa masyarakat yang memiliki resiko tinggi terkena HIV/AIDS. Seperti kepada Wanita Pekerja Seks, transgender, komunitas gay dan lesbi. Juga melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil. 

Sementara itu Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S. Lina, dalam kesempatan yang sama berharap penderita HIV/AIDS di Boyolali yang terdeteksi semakin banyak. Dengan terdeteksinya para penderita HIV/AIDS, sehingga pola penanganan dan pencegahan penyebarannya pun dapat dikendalikan. 

"Maka pemeriksaan kesehatan diperlukan. Saya berani, saya sehat yang berarti berani periksa bisa sehat," tegas Ratri. 

Tanpa Ampun, 83 Penderita HIV/AIDS di Boyolali Dipanggil Sang Kholiq

pacitan-pembersihan-masjid-


COBROAN.COM- Sejak banjir bandang dan tanah longsor mengamuk di Pacitan, Jatim, akhir November 2017. Masyarakat yang terkena musibah belum bisa beraktivitas dengan leluasa. Menurut keterangan relawan dari Komunitas Relawan Independen (KRI) dari lokasi bencana. Lumpur setebal 40 cm cukup mengganggu pergerakan masyarakat dan relawan. 
Pada Selasa (5/12) atau sepekan pasca bencana, proses rehabilitasi fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk terus dilakukan oleh relawan dan warga setempat.
Koordinator KRI Pusat Lanang Raga Oentoeng, lumpur tebal cukup mengganggu pergerakan relawan, dan distribusi logistik. Bahkan, bau amis cukup menyengat juga membantu masyarakat. 
"Banyak rumah tembok yang bangunannya tidak kuat hancur/ambruk karena kuatnya arus banjir. Banyak perahu nelayan yang hilang terbawa arus


pembersihan-pacitan-masjid-

 Ketebalan lumpur sampai 40cm ke atas. Tapi listrik hari ke-3 sudah hidup. Karena banyak bangkai hewan/ikan, ada bau amis dan busuk. Dan kekhawatiran sebagian warga akan banjir susulan karena musim hujan baru di mulai,jelas Oentoeng. 

Dikirim bantuan 

Dikatakan, para korban bencana dan relawan amat membutuhkan berbagai bantuan seperti obat-obatan, logistik, sarung tangan dan sepatu boat.
"Bantuan urgent, sarung tangan, sepatu bot, obat-obatan. Perlu juga relawan trauma healing. Alat berat doser dan truck di perlukan untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan yang morak marik," kata Oentoeng. 
Mulai hari ini KRI terus mengirimkan relawan berikut bantuan. "ada 12 relawan dikirim ke jantung bencana berikut logostik," katanya. Bahkan 12 relawan bantuan dari Trenggalek juga merapat ke lokasi. 
"Kami fokus pada pembersihan fasilitas umum seperti masjid."

pembersihan-masjid-pacitan-
Pembersihan tempat ibadah

pembersihan-pacitan-masjid


Kondisi Terkini yang Dialami Korban Bencana Banjir Pacitan, Mendesak Bantuan Logistik dan Obat-obatan


makam-keramat

COBROTAN.COM - Makam tua identik dengan keangkeran, apakah stigama ini benar adanya ? Nah, baru-baru ini ada fenomena unik di sebuah makam tua di kompleks permakaman Kayu Tangi, Teluk Selong, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, benar-benar angker.
Muhammad Fauzan seorang peziarah mengungkapkan, ada pengalaman mistis yang dialami para peziarah yang datang ke makam tersebut.
Pria setengah abad lebih ini menuturkan, pengunjung sempat memotret makam tersebut menggunakan telepon seluler.
Hasilnya, dalam foto itu terlihat penampakan sosok berbaju batik berdiri di bawah pohon pisang.
Padahal, peziarah itu mengambil gambar saat hari masih terang.


Selain itu, dua makam tua di kompleks tersebut juga mengeluarkan bau wangi."Baunya tidak bisa saya gambarkan. Bukan bau gaharu dan melati. Tiap ke ladang saya sering menyelinap lewat kawasan kuburan ini," ujar Fauzan kepada media loka.
Beberapa makam di kompleks tersebut juga sangat keramat. Warga yang berbuat sembrono di kompleks itu sering kena batunya. Banyak warga menjadi gila karena mengasah parang di nisan makam tua tersebut.
"Kalau cerita warga yang tidak waras setelah mengasah parang di batu makam memang benar. Saya takut melebih-lebihkan cerita karena tidak punya pengalaman secara pribadi," kata Fauzan.
Sementara itu, pembekal Telok Selong Lukmanul Hakim mengatakan, ada lima makam yang baru ditemukan .
Dia menambahkan, tim arkeolog sudah tiga kali melakukan penjajakan di kompleks itu.
“Masih banyak objek peninggalan yang belum ditemukan. Setelah makam ini, masih ada beberapa lokasi seperti permandian raja," kata Lukmanul. SUMBER 

Di Banjar Kalsel, Saat PeziaraH Memotret Makam Tua Muncul Penampakan Ini


400-Yonif-Raider

COBROTAN.COM- Sebanyak 427 prajurit Yonif Raider 400/BR mendapatkan kehormatan bertugas sebagai peace keeper/pasukan penjaga perdamaian untuk turut memelihara perdamaian dunia, khusus di Lebanon.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto saat melepas keberangkatan Satgas Yonmek Konga TNI XXIII-L/UNIFIL Main Body Yonif Raider 400/BR di Mako Yonif Raider 400/BR, Semarang, Jumat (1/12/2017), mengatakan, para prajurit dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan senantiasa berpegang teguh pada jati diri TNI.
“Sikap dan perilaku yang dilakukan selama bertugas merupakan cerminan kualitas TNI di hadapan tentara negara lain. Jaga nama baik TNI khususnya dan negara umumnya di mata dunia internasional. Ingat, Merah Putih di lengan kirimu merupakan tanda bahwa kalian duta negara Indonesia,” ujar Mayjen Wuryanto.


Para prajurit telah melaksanakan Pre Deployment Trainin) selama satu bulan untuk mempelajari bahasa dan memahami kultur negara tempat tujuan penugasan sehingga diharapkan pelajaran dan pengalaman tersebut dapat menjadi pedoman dan diaplikasikan pada penugasan. 
Selain melaksanakan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian, para prajurit Yonif Raider 400/BR mengemban misi sebagai duta negara Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Sehingga diharapkan mampu menampilkan budaya Indonesia secara menarik sehingga dapat menghibur masyarakat setempat.

Yonif-Raider-400

Mantan Kadispenad ini menjelaskan, pengiriman pasukan perdamaian Indonesia telah dimulai sejak tahun 1957 yaitu Kontingen Garuda pertama ke Mesir, hingga saat ini misi ke 23-L. “Dengan pengiriman pasukan perdamaian, dunia menilai bahwa kontingen Indonesia dimanapun mereka mengemban tugas memiliki prestasi yang baik. Tentu saja penilaian ini harus kita pertahankan dan usahakan terus untuk ditingkatkan,” tutur Wuryanto. SUMBER 



Hebat, Ratusan Baret Hijau dari Yonif Raider 400/BR Dikirim ke Lebanon

KRI-BOYOLALI

COBROTAN.COM- Komunitas Relawan Independen atau KRI adalah komunitas relawan yang personilnya selalu berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan penyelamatan, rehabilitasi dan penanganan pra-pasca bencana. Anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa selalu mencapai spot bencana paling awal. Di lingkungan relawan, mereka memang diakui semangat kuat membantu sesama, tanpa tendensi, dan tanpa bayaran.
Datang ke lokasi bencana dengan kemauan kuat untuk membantu dengan bekal seadanya. Namun demikian, saat di lapangan, personil KRI ini tak pernah mengeluh atau malah memberatkan operasi pra-pasca bencana.
Seperti bencana alam di tiga provinsi yakni Jatim, Jateng, dan DIY. Ratusan relawan KRI dari berbagai penjuru Tanah Air berdatangan dengan modal sendiri. 
"Dari Surabaya, Demak, Semarang, Bekasi, Solo Raya menuju lokasi bencana baik di Pacitan Jatim, Wonogiri Jateng, dan Bantul DIY untuk membantu sesama. Kami datang untuk sesama tanpa ada harapan pamrih," kata sesepuh KRI Pusat Lanang Raga Oentoeng.



Tak heran saat sebuah televisi swasta menyorot proses evakuasi korban bencana. Personil KRI dan relawan lainnya masuk dalam kamera. Bukannya untuk gagah-gagahan atau numpang populer. Keberadaan relawan KRI yang berada di jantung bencana membuat seragam oranye dengan tulisan KRI amat mudah ditemui.
"Memang kami berusaha keras berada dijantung bencana, kalau masuk sorotan kamera sudah menjadi konsekuensi," imbuh Oentong. 
Diambil dari namanya relawan independen, komunitas ini memang bergerak dan beroperasi dengan dana swadaya. Di lapangan, relawan ini berkoordinasi dengan potensi SAR lainnya. 
Dikutip dari wartosolo.com, salah satu misi utama komunitas satu ini adalah mendedikasikan seluruh aktivitasnya pada kegiatan kemanusiaan dan sosial. Tak ada tendensi, afiliasi apapun terhadap suku, ras, agama dan kelompok tertentu. Sekaligus tak mau terikat dengan lembaga, institusi, organisasi manapun dengan kepentingan apapun. 
Sejak awal mula didirkankan pada 2006 silam, bersamaan dengan peristiwa bencana aksi gempa Bantul (DIY) dan Klaten (Jateng), dan berkiprah di bidang kemanusiaan selama 11 tahun. Komunitas Relawan Independen (KRI) ini benar-benar menjunjung tinggi rasa independensi dan profesionlitas. Kemandirian inilah yang terus dipertahankan hingga menjadi ciri khas komunitas yang berpusat di pinggiran timur Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.  
Hal lain yang membuat komunitas ini menonjol dibandingkan komunitas sejenis, terkait pendanaan organisasi. Anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai seluruh aksi kemanusiaan dan organisasi murni dari kantong anggota. Bukanya gengsi untuk mengemis bantuan pemerintah, swasta, atau korban bencana. Tetapi sudah sejak dari dulu dilahirkan, pendanaan kegiatan korps baju oranye ini murni diperoleh secara bantingan para anggotanya.

BACA : Antisipasi Benjir Solo, Prajurit Kodim ini Siap Kapanpun Diterjunkan

Ciri khas menonjol dari komunitas ini adalah metode perekrutan anggotanya. Korps berlogo merpati dengan slogan ''Avignam Jagat Samagram'' benar-benar memposisikan diri sebagai lembaga yang terbuka dan tak memandang latar belakang pendidikan, ekonomi, dan ketrampilan yang dimiliki. Siapa saja yang hendak bergabung organisasi ini dipersilahkan asalkan menjalankan misi dan visi yang sudah digariskan. Asalkan mengisi formulir yang disediakan oleh tim KRI, maka sahlah dia sebagai anggota KRI.

Garda Terdepan

Dari database organisasi menyebutkan, tak sedikit anggotanya yang bekerja serabutan di bidang non-formal. Di antaranya sebagai, kuli bangunan, kuli angkut di pasar, petani, guru, editor di penerbitan, pedagang, mahasiswa dan lain sebagainya.
BOYOLALI-KRI

Bahkan sekretaris jenderal (sekjen) KRI, Wahyudi ''jenggot'' sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di pasar tradisionl di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jateng. 
"Saya sebagai sekjen (sekretaris jenderal) KRI bekerja sebagai kuli angkut di pasar. Pekerjaan tak menghalangi terjun di bidang kemanusiaan," terang pria yang akrab disapa Jenggot.
Unsur-unsur kemandirian, independen, keikhlasan, kesukarelaan, kemanusiaan, kebersamaan, kenetralan, dan kesatuan inilah yang mebuat KRI kian tumbuh, besar dan mengakar kuat. Keanggotaanya tidak saja tersentral di Jawa saja. Member KRI tersebar di seluruh Indonesia. "Karena sifatnya cair inilah, KRI banyak diminati," kata Jenggot. 
Berbicara tentang kontribusi awak KRI terkenal militan. Tak jarang dalam setiap kegiatan kemanusiaan, mereka selalu berada di garda terdepan. Tanpa dikomando dan diperintah, setiap ada permintaan pertolongan, atau kejadian di lapangan anggota KRI langsung terjun. Tak jarang kontribusi, loyalitas dan dedikasi KRI di lapangan selalu diatributi hero oleh pihak-pihak yang merasa dibantu atau rekan sesama sukarelawan. SUMBER  

SIMAK JUGA : Banjir Air Mata Keluarga Iringi Pemakaman Bondan Winarno

Modal Nekat, Relawan KRI ini Langsung Terjun ke Pusat Bencana


COBROTAN.COM- Hingga selasa malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan, terdapat 243 titik bencana di DIY, akibat siklon tropis Cempaka. Akibatnya, seluruh kota dan kabupaten di Yogyakarta diterpa bencana berupa angin kencang, tanah longsor, dan banjir. Dampak tanah longsor dan angin kencang terbesar dialami Kabupaten Bantul.    



Informasi-informasi bencana banjir tanah longsor di Jateng-DIY


Update Tim Misi Banjir Jogja, Piyungan
Tim melakukan misi pelayanan kesehatan di desa Bintaran Wetan, Srimulyo, Piyungan. 
Kondisi umum Bintaran Wetan: 
Dampak banjir
Bintaran wetan Srimulyo Piyungan.
Rt 05 : (korban banjir) 4 rumah, 5 kk, 15 jiwa
(Terisolir) 12 kk, 55 jiwa (rentan : 8 janda nenek, balita 5
Kbutuhan mendesak logistik, perlengkapan bayi.

Rt 06 : ( korban banjir ) 7 kk, 28 jiwa
Rt 01 : 2rumah (3kk (8jiwa) &2kk(5)) kandang sapi 2, kolam ikan kelompok tani (logistik)
RT.03 : 3rumah (4kk(15) (sudi raharjo: peralatan dapur, pakaian,logistik kluarga, kelompok rentan 1bayi,1nenek)

RT.04 : 1rumah 2 jiwa .

NB: logistik gotong royong juga dibutuhkan
banjir-diy-jateng
Dampak :
*Jembatan yg dlalui warga rt.05 putus kmudian harus cari jalan alternatif lewat cikal namun harus jalan kaki.
*jalan kampung pinggir sungai longsor separuh jalan sepanjang -+100meter.

Cp. 085643889932 ( Tukiran Dkuh bintaran wetan )

Tindakan tim:
Tim melakukan pelayanan kesehatan di RT 05 yang terisolir karena jembatan penghubung putus. 
Warga membantu menyebrangkan obat-obatan sedangkan tim menempuh perjalanan darat dengan kendaraan bermotor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalur alternatif. 

Di RT 05, tim melakukan pelayanan kesehatan di rumah kepala dusun,dimana sebagian besar pasien adalah lansia yang menjadi korban terdampak banjir. 

Tim selesai melakukan pelayanan medis di RT 05 pada pukul 16.00WIB dan segera melanjutkan pelayanan kesehatan di seberang sungai yang juga menjadi area terdampak dengan menempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor dan berjalan kaki selama 50 menit. 

Tim melakukan pelayanan kesehatan di seberang RT05 pada pukul 17.00WIB. 
Penyakit kulit dan dgeneratif menjadi penyakit yang paling banyak dijangkit. 
Selesai melakukan pelayanan kesehatan, tim segera kembali ke markas. 
Komposisi tim:
dr. Diajeng, Flashy, Kiki, Sarah, Dini, Aziz, Nanang
Budi


banjir-jateng-diy
SOLIDARITAS KEMANUSIAAN UNTUK JOGJA , JATENG & PACITAN

Medical Emergency Rescue Committee Yogyakarta (MER-C)

❕To help the most vulnerable and the most neglected people ❕
Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan. 
Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan melalui rekening kemanusiaan MER-C Jogja. 

No. Rek BSM: 7004995818 
a.n MER-C DIJ

Bantuan anda akan disalurkan dalam bentuk bantuan medis untuk korban terdampak dan para relawan. 
Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik

Instagram: @merc_jogja 
Facebook: MER-C Jogjakarta 
Line : @vxu3384v
Telpon/Whatsapp: 082135258145


Video Ganasnya Banjir Bandang yang terjadi DIY-Jateng-Jatim